SATREPS adalah program penelitian kolaboratif antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang bertujuan untuk mempromosikan riset bersama pada level internasional, memperoleh pengetahuan baru dan memanfaatkan hasil riset demi kepentingan masyarakat, khususnya dalam mengatasi isu-isu global, serta pengendalian penyakit menular serta meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dan kemampuan riset di Indonesia melalui pelaksanaan riset bersama.
Program ini dikoordinasikan bersama oleh:
Pemerintah Jepang: MOFA, JICA, MEXT, JST (untuk topik non-kesehatan), dan AMED (untuk topik penyakit menular).
Pemerintah Indonesia: Program ini dikoordinasikan bersama oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sebagai mitra resmi Pemerintah Jepang dalam kerangka Bantuan Pembangunan Resmi (ODA).SATREPS is a collaborative research program between the Government of Indonesia and the Government of Japan that aims to to obtain new knowledge and to utilize research outcomes to the benefit of the society with a view to resolving global issues such as the environment and energy, biological resources, disaster prevention, and infectious diseases.
Bidang Fokus
- Environment and Energy
- Bioresources
- Disaster Prevention and Mitigation
- Infectious Diseases Control
Durasi Project
3 sampa 5 tahun.
Nilai Hibah
- Jumlah pendanaan: Sekitar 100 juta Yen per proyek per tahun
- Dukungan JICA untuk periset negara penerima hibah (berupa biaya proyek Official Development Assisstance/ODA dalam kerangka kerjasama teknis): Maksimal 300 juta Yen selama 5 tahun, maksimal 240 juta Yen selama 4 tahun, atau maksimal 180 juta Yen selama 3 tahun
- Dukungan JST untuk periset Jepang (berupa biaya riset, kontrak, termasuk biaya tidak langsung): Sekitar 35 juta Yen per tahun (Maksimal 175 juta Yen selama 5 tahun).
Hibah SATREPS menyediakan dukungan non-tunai, termasuk peralatan riset, pelatihan, pertukaran periset, bimbingan teknis, publikasi hasil riset, dan tenaga ahli untuk memperkuat kapasitas riset dan kolaborasi internasional.